BERITA

  • KUNJUNGAN PRAMUKA SAKA BAHARI BANYUMAS DI KRI SULTAN HASANUDDIN - 366

    KUNJUNGAN PRAMUKA SAKA BAHARI BANYUMAS DI KRI SULTAN HASANUDDIN - 366

    Pada hari jumat 22 April 2016 taruna taruni SMK-SPM NASIONAL PURWOKERTO melakukan kunjungan Ke KRI SULTAN HASANUDDIN-366 di Pelabuhan Tanjung intan Cilacap . sesampainya disana , para Taruna Taruni di beri evaluasi oleh bapak Budi Utomo tentang tata cara masuk KRI SULTAN HASANUDDIN -366 yaitu dengan menaiki tangga setelah sampai atas menghadap serong kiri dan melakukan penghormatan kepada bendera merah putih ,penghormatan tersebut adalah sebuah adat masuk kedalam kapal perang, karena bendera merah putih selalu berada di belakang kapal KRI(buritan).

      seluruh taruna taruni berbaris dan dibagi menjadi 3 kelompok bersama dengan SMA yangikut kinjungan ke kapal KRI SULTAN HASANUDIN. Selain SPM NASIONAL PURWOKERTO, ada juga sekolah pelayaran yang ikut mengunjungi kapal perang yang beroperasi di ARMATIM Selat Madura. Yaitu AMNI (Akademi Maritim Indonesia) di SEMARANG pun ikut mengunjungi kapal perang SULTAN HASANUDIN. Kelompok pertama diajak terlebih dahulu masuk kedalam KRI SULTAN HASANUDIN dan diajak kehaluan untuk mengenalkan apa apa sja yang berada dalam geladak halua, di geladak haluan terdapat senjata andalan KRI SULTAN HASANUDIN yang bernama Meriam 76, Mriam 76 tersebut dapat menengelamkan kapal dalam dua sampai tiga tembakan meriam ke kapal musuh,pada saat tepat mengenai bagian yang mudahterbakar dan hancur.selain itu ada juga fungsi dari meriam 76,  fungsinya dapat menembakan meriam dalam jarak 6km dan berisi 50 butir meriam didalam mesin meriam 76,dioprasikan di  dalam lengkup meriam yang berisi tiga orang, setelah itu 15menit kemudian roling untuk menuju ke geladak anjungan.di dalam geladak anjungan berisi pemandu yang bertugas dalam navigasi kapal disana lengkap pemantauan kamera deteksi buritan kapal dan kamar mesin kapal. Didalam anjungan navigasi kami mendapat ilmu baru seperti didalam SIMULATOR. Disana terdapat radar, teknikal display center,navigasi mesin mesin lain yang dapat dikendalikan di dalam anjungan kapal.

                KRI Sultan Hasanuddin-366 digunakan TNI AL 24 November 2007, dibuat oleh Galangan Schelde Naval Shipbuilding, Belanda. Panjang 90,71 meter, lebar 13,02 meter, dan berat kosongnya 1.444 ton.Kapal ini menampung 160 person yang memiliki tugas di bagian masing-masing antara lain, bagian navigasi ,SAPL(senjata atas permukaan laut),bagian radar , bagian AMO sebagai amunisi kapal saat berperang maupun bagian bagian yang berada di bagian mesin kapal.Kapal ini mampu melaju dengan kecepatan maksimum 25 knots,kecepatan ini sama saja kecepatan 60KM/h di darat. Kapal ini mempunyai kemampuan berperang di permukaan laut,bawah laut,maupun udara.kapal ini dilengkapi berbagai persenjataan dibagian geladak Exocet yang pertahanannya di samping kapal yaitu dua meriam kaliber 20mm satu dikanan dan satu di kiri sebagai pertahanan disebelah kanan danjuga pertahanan di sebelah kiri dan hanya dapat digerakan 180 derajat.kapal ini juga mampu menahan penyerangan kapal selam,karena kapal ini juga dilengkapi persenjatan untuk menghalau kapal selam dengan 6 torpedo bertekanan udara tinggi yang hendak ditembakan kapal selam musuh. KRI Sultan Hasanuddin-366 pun dibekali berbagai persenjataan canggih 4 rudal Exocet 40 mm yang juga berada di geladak exocet yang dapat menghancurkan musuh baik kapal laut maupun kapal udara, kelebihan rudal ini dapat melumpuhkan kapal udara hanya dengan satu peluncuran satu rudal.

                KRI SULTAN HASANUDDIN – 366 sudah berlayar seperti pada tahun 2010 di libanon dalam rangka PBB {Perserikatan Bangsa Bangsa } , singapura dalam rangka latihan bersama , dalam latihan kapal perang bersama KRI SULTAN HASANUDIN juga dilihat kelayakannya sebagai kapal perang Indonesia yang berfungsi untuk pertahanan negara.Kapal ini pun sudah pernah berkeliling dunia dan juga pernah melintasi ASIA TENGGARA,EROPA untuk beroperasi sekaligus latihan bersama dan Kapal KRI SULTAN HASANUDIN sering sekali beroperasi di perbatasan negara dan banyak mengusir kapal-kapal yang tidak mempunyai ijin untuk melewati ataupun masuk kedalam negara Indonesia, dan kapal musuhpun takut untuk melintas kedalam wilayah Indonesia karena takut atas tindakan dari Kapal KRI SULTAN HASANUDIN mengingat persenjataan KRI SULTAN HASANUDIN yang lengkap dan canggih.

                KRI sultan hasanudin adalah kapal yang dibeli oleh Indonesia di Belanda sebagai pertahanan negara Indonesia seharga 2,4 Triliun menggunakan uang rakyat indonesia sebagai pertahanan dan penjagaan wilayah indonesia sebelah timur, ARMATIM adalah pangkalan kapal perang ini berada Selat Madura di Surabaya Jawa Timur.

     

                Setelah selesai melakukan pengarahan didalam KRI SULTAN HASANUDIN baik dari segi kemampuan dan kelebihan kapal KRI SULTAN HASANUDIN, taruna taruni pun juga mendapat kenang-kenangan dari kunjungan kapal KRI SULTAN HASANUDIN dengan foto bersama dengan kru-kru yang bertugas di kapal perang SULTAN HASANUDIN juga tidak lupa pulang sambil membawa ilmu tentang pelayaran nantinya sebagai calon PERWIRA YANG MENGELILINGI DUNIA, selepas itu Taruna/i melakukan tata cara adat keluar kapal perang dengan melakukan penghormatan terlebih dahulu sebelum keluar dari KRI dan berpamitan pulang kembali ke KAMPUS BIRU SMK SPM NASIONAL PURRWOKERTO.

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Indeks